STOP PRESS : Kepada Nara Sumber SINARPENA.COM Diharap untuk tidak melayani wartawan kami yang KTA dan Kartu liputan Persnya sudah habis masa berlakunya. Demikian , atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Bupati Dompu Bambang Firdaus SE, Sampaikan Nota Keuangan, Perubahan APBD 2026 Naik Jadi Rp 1,21 Triliun


DOMPU NTB, SINAR PENA.COM-Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Dompu untuk menyampaikan Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (23/9/2026).


Rapat dipimpin Ketua DPRD Ir. Muttakun didampingi Wakil Ketua I Kurnia Ramadhan, SE., ME., dan dihadiri 17 anggota DPRD, Pj. Sekda, serta pimpinan OPD.


Dalam pidatonya, Bupati menegaskan perubahan anggaran bukan sekadar angka, tapi penataan ulang agar tepat sasaran dan dirasakan langsung masyarakat.



"Setiap pergeseran dan penambahan harus bermakna nyata bagi rakyat, tidak boleh ada anggaran yang terbuang sia-sia," tegas Bambang.

Adapun postur APBD Perubahan 2026 mengalami kenaikan.


Pendapatan daerah semula Rp 1,128 triliun menjadi Rp 1,218 triliun, naik Rp 90,07 miliar atau 7,5 persen. Sumber utama kenaikan dari tambahan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 136,5 miliar, terdiri dari Kurang Bayar DBH Rp 74,8 miliar dan tambahan DAU Rp 62,01 miliar.

Sementara belanja daerah naik dari Rp 1,174 triliun menjadi Rp 1,290 triliun, atau naik Rp 115,61 miliar (9 persen).



Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan naik dari Rp 46,5 miliar menjadi Rp 72,03 miliar. Kenaikan Rp 25,53 miliar berasal dari SiLPA untuk menutup defisit dan kewajiban prioritas seperti pembayaran TPG dan kegiatan lanjutan.


Bupati menyebut fokus belanja diarahkan pada pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan dan irigasi, pemberdayaan UMKM, pertanian, pariwisata, perlindungan sosial, bonus atlet Porprov, serta penyelesaian kewajiban daerah.


Pemerintah bersama DPRD menargetkan Perda Perubahan APBD 2026 ditetapkan pada akhir September 2026.

Bupati berharap pembahasan berjalan lancar dengan semangat sinergi.


"Kita dorong efisiensi, hilangkan program tidak mendesak, alihkan ke prioritas yang lebih berdampak," pungkasnya. (Ori)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama