MATARAM, SINAR PENA.COM- Tepat di usia 62 tahun, Bank NTB Syariah tancap gas di jalur digital. Dua program baru diluncurkan: Digital System Pendapatan Asli Daerah atau DSPAD, dan Kredit Usaha Rakyat.
Peluncuran dilakukan Senin 6 Juli 2026 di Lantai 6 Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jl. Udayana Mataram. Acara ini dihadiri Gubernur NTB, Bupati dan Walikota se-NTB, Dirut Bank NTB Syariah beserta jajaran, hingga Kepala BPKAD Provinsi dan Kabupaten/Kota.
DSPAD jadi sorotan utama. Sistem ini dirancang untuk menyatukan alur administrasi dan pembayaran pajak daerah dalam satu jaringan antara Pemerintah Daerah, wajib pajak, dan Bank NTB Syariah.
Saat ini DSPAD masih diuji coba di tiga daerah: Lombok Barat, Lombok Timur, dan Dompu.
Bupati Dompu Bambang Firdaus SE yang hadir langsung menyebut sistem ini jawaban atas keluhan lama Pemda.
"Selama ini Pemerintah Daerah kesulitan melacak dana yang masuk itu pajak jenis apa dan sudah sesuai penetapan atau belum. Dengan DSPAD semua proses jadi transparan dan terintegrasi," katanya.
Menurutnya, langkah ini adalah bentuk nyata sinergi bank pembangunan daerah dengan Pemerintah Daerah. Targetnya jelas: membuat pengelolaan pendapatan daerah lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sehingga PAD bisa terdongkrak.
Di momentum yang sama, Bank NTB Syariah juga memulai penyaluran Kredit Usaha Rakyat tahun ini. Program ini disiapkan untuk menguatkan sektor UMKM di NTB.
Dengan dua inovasi ini, Bank NTB Syariah menegaskan perannya tidak hanya sebagai bank daerah, tapi juga mitra strategis Pemerintah Daerah dalam membangun ekonomi NTB. (Ori)

Posting Komentar