JAKARTA,SINAR PENA. COM- Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN), Agus Flores, memberikan analisis tajam terkait dinamika internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Ia mensinyalir adanya upaya dari segelintir oknum Jenderal yang mencoba merongrong kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., dengan cara tidak menjalankan instruksi pimpinan secara maksimal.
Menurut Agus Flores, berbagai program yang dicanangkan Kapolri mulai dari transformasi Polri Presisi, larangan hidup mewah, sikap anti-kritik, hingga dukungan penuh terhadap Asta Cita sebenarnya sangat baik dan diapresiasi oleh masyarakat.
Layanan pengaduan seperti Propam Presisi, kanal 110, hingga instruksi tegas pemberantasan narkoba juga dinilai telah memperkuat citra Korps Bhayangkara.
Namun, Ketum PW FRN menemukan fakta di lapangan bahwa masih ada pihak-pihak yang enggan menjalankan perintah tersebut.
"Temuan saya di lapangan masih menunjukkan adanya praktik slow respon, tindakan ghosting terhadap laporan warga, hingga beberapa anggota yang masih memamerkan kemewahan di ruang publik," ungkapnya.
Agus Flores menilai ketidakpatuhan ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi adanya keinginan untuk mengganti posisi Kapolri atau "mengkudeta" kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit.
"Saya rasa ada yang menginginkan Kapolri diganti. Ada oknum di internal yang mencoba melakukan perlawanan secara pasif terhadap program-program beliau," tegas Ketum PW FRN.
Meski demikian, Agus Flores enggan mengungkap identitas para perwira tinggi tersebut kepada publik. Ia menyatakan akan menyampaikan daftar nama jenderal yang diduga tidak sejalan dengan kepemimpinan Kapolri tersebut melalui jalur pribadi.
"Saya tidak mau sampaikan ke publik jenderal mana di internal Polri yang mencoba melakukan itu. Nanti saya sampaikan secara langsung nama-nama jenderal yang keberatan dengan masa jabatan Jenderal Pol. Listyo Sigit," pungkasnya.(*)

Posting Komentar