ACEH TAMIANG, SINAR PENA.COM- Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana di Kabupaten Aceh Tamiang kini bertransformasi menjadi sumber harapan baru.
Melalui program ketahanan pangan yang digagas oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan secara produktif sebagai media tanam palawija guna mempercepat pemulihan ekonomi warga terdampak.
Program ini mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Bibit pertanian yang ditanam di atas lahan berlumpur pascabencana dilaporkan tumbuh dengan baik.
Sebagai langkah keberlanjutan, pada Senin (19/1/2026), jajaran Bhabinkamtibmas Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan logistik berupa karung dan berbagai bibit tanaman kepada masyarakat.
Jenis bibit yang disalurkan meliputi komoditas terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka.
Bantuan ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan pangan mandiri tingkat rumah tangga sekaligus menjadi pendorong ekonomi bagi masyarakat yang kehilangan penghasilan akibat banjir.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat pada masa pemulihan pascabencana.
"Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat hijau. Lumpur yang semula dianggap sisa bencana kini menjadi media tanam yang subur. Kami berharap ini menjadi awal kemandirian ekonomi bagi warga Aceh Tamiang," ujar Kombes Pol. Joko Krisdiyanto.
Melalui program ketahanan pangan ini, Polda Aceh tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga aktif terlibat dalam pemulihan sosial dan lingkungan demi kelestarian alam hutan serta kesejahteraan masyarakat Aceh.(*)



Posting Komentar