STOP PRESS : Kepada Nara Sumber SINARPENA.COM Diharap untuk tidak melayani wartawan kami yang KTA dan Kartu liputan Persnya sudah habis masa berlakunya. Demikian , atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Ketua Umum PW FRN Agus Flores Berkomitmen Berikan Pembelaan Hukum Total Bagi Penyidik Polri Sesuai Marwah FRN

 


JAKARTA, SINAR PENA.COM-Memasuki tahun 2026, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Counter Polri, Agus Flores, menegaskan transformasi paradigma dalam perjalanan kariernya. 


Setelah 12 tahun berkecimpung di dunia hukum sebagai pengacara Agus Flores menyatakan komitmennya untuk bergerak lebih spesifik dalam menjaga marwah institusi Polri.


Sebagai nakhoda Fast Respon se-Indonesia, organisasi yang dikenal setia mendukung program kerja kepolisian, Agus Flores memastikan arah gerakannya akan tetap berada di jalur (on the track) untuk membela korps Bhayangkara. 


Fokus utama di tahun ini adalah memberikan pembelaan hukum, baik secara umum kepada institusi maupun secara khusus bagi para penyidik di seluruh Indonesia demi menciptakan citra Polri yang lebih baik.


"Bagi saya, menjaga jaringan itu sangat penting. Saya paham betul tugas pengacara adalah melakukan pembelaan. Dalam koridor hukum, baik yang benar maupun yang bersalah berhak mendapatkan pendampingan," ujar Agus Flores, Rabu (28/1/2026). 


Keputusan Agus Flores untuk fokus membela internal Polri bukan tanpa alasan. Ia mengaku memiliki ikatan emosional dan ideologis yang sangat kuat dengan institusi tersebut.


"Basis saya sejak dari rahim ibu sudah berdarah keluarga Polisi. Ibu saya adalah anggota FKPPI, dan sejak kecil saya tumbuh di lingkungan itu. Bahkan, lima tahun sebelum FRN berdiri, saya sudah mengabdi sebagai Wasekjen Bidang Pertambangan dan Kehutanan di KBPP Polri Pusat," jelasnya.


Agus Flores menyadari bahwa pergeseran pola pikir ini merupakan proses kematangan diri. Jika sebelumnya ia banyak bergerak dengan mindset aktivis HMI, kini ia merasa telah mencapai titik matang untuk mendedikasikan keahlian hukumnya demi membela polisi.


"Dulu pola pikir saya masih kental dengan gaya aktivis HMI. Namun sekarang, secara mental dan strategi, saya sudah sangat matang untuk membela Polisi secara total," pungkasnya.(*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama