Pedagang Keliling Ini Dambakan Bantuan Bedah Rumah Dari Pemkab Karawang

 

Nampak Warta dan istrinya Acih pedagang keliling didesa Sumurgede kecamatan Cilamaya Kulon kabupaten Karawang yang mendambakan bantuan bedah rumah (foto sinarpena.com/ Idi Suryadi)




KARAWANG, SINARPENA.COM – Harapan memiliki rumah yang layak huni merupakan salah satu harapan keluarga Warta (48 Tahun) Warga desa Sumur Gede Rt 02/04 kecamatan Cilamaya Kulon ini. Selama kurun waktu  23 Tahun ,kondisi tempat tinggalnya hingga kini masih tetap dibalut dengan tembok terbuat dari bilik bambu yang sederhana.

Meskipun  berprofesi sebagai pedagang kecil yang menjual tahu bulat, sosis dan lain lain dengan cara keliling kampung, namun tidak menyurutkan dirinya beserta seluruh keluarga bersyukur atas apa yang sudah digariskan Yang Maha Kuasa. Rasa syukur atas rizki yang diberikan Yang maha Kuasa membuat dirinya tegar sambil terus berdoa  suatu saat rumah tempat tinggalnya bisa tersentuh bantuan dari Pemerintah kabupaten Karawang seperti warga lain yang sudah terlebih dahulu mendapatkan bantuan dalam program Bedah Rumah dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

“ Saya selama ini hanya bisa berdoa semoga saja rumah tempat tinggal saya ini bisa disentuh bantuan dari Pemerintah kabupaten Karawang  untuk membantu  keluarga saya mendapatkan tempat tinggal yang layak dan saya sangat berharap  adanya bantuan itu ,” ujar Warta yang didampingi  istrinya Acih.

Dijelaskan bahwa selama ini dirinya sudah mendengar bahwa Pemerintah kabupaten Karawang mempunyai program bedah rumah. Namun dirinya tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan bantuan tersebut. Untuk itu Warta berharap pihak terkait termasuk dari Pemerintah Desa Sumur Gede maupun dari kecamatan Cilamaya Kulon  membantu mengajukan program bedah rumah untuk keluarganya.

“ Saya sangat berharap bantuan dari Pemerintah Desa dan kecamatan serta kabupaten Karawang kiranya mau mengajukan program bantuan bedah rumah untuk saya ,” ujarnya penuh harap.

Seperti diceritakan Warta bahwa usaha yang dijalaninya hanya cukup untuk makan keluarga saja sedangkan untuk membangun rumahnya tidak pernah bisa disisihkan. “ Namanya usaha kecil Cuma dagang tahu bulat, sosis ,singkong keliling yang pendapatan seharinya tidak tentu, Kadang dapat 80 ribu rupiah dan kalau lagi ramai bisa dapat seratus ribu sehari,” ujarnya.

Namun dikatakan bahwa harapan an doa adalah salah satu yang bisa dilakukan Warta bersama keluarganya yang berharap Pemerintah kabupaten Karawang bisa mendata dan mengajukannya untuk bisa menikmati bantuan dari program Pemerintah kabupaten Karawang melalui bedah rumah.
“ Mudah mudahan saja pak, apa yang kami harapkan sekeluarga bisa terwujud,” ujarnya.


laporan wartawan sinarpena.com: Tubagus Jano


Komentar Pembaca

Lebih baru Lebih lama