STOP PRESS : Kepada Nara Sumber SINARPENA.COM Diharap untuk tidak melayani wartawan kami yang KTA dan Kartu liputan Persnya sudah habis masa berlakunya. Demikian , atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Alm. KH. Abdurahman Mahmud, Pemimpin Dompu Peletak Pondasi Infrastruktur Kebutuhan Pelayanan Dasar Masyarakat Di Kabupaten Dompu

Alm.KH.Abdurahman Mahmud


Berbicara kebutuhan dasar masyarakat pada suatu wilayah, tidak bisa lepas dari hal yg berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.


Demikian pula halnya dengan kabupaten Dompu, mencoba kembali membuka lembaran sejarah, banyak pemimpin yang telah berjasa Dalam upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar tersebut salah satunya adalah almarhum KH.ABDURAHMAN MAHMUD, 


Beliau adalah bupati Dompu periode tahun 1960 – 1966 yang jasanya begitu besar dalam mempelopori pemenuhan fasilitas kebutuhan pelayanan dasar bagi masyarakat Dompu. 


Sedikit bercerita tentang almarhum H.Abdurahman Mahmud, beliau  adalah tokoh besar bagi masyarakat Dompu beliau adalah Salah satu putra terbaik Dompu di samping kapasitas sebagai pemimpin  pemerintahan beliau adalah ulama yang sangat di segani. 


Masa kecil almarhum banyak dihabiskan di Dompu,  saat Zaman penjajahan belanda dimana begitu sulit untuk mengembangkan diri namun beliau menjadi salah satu anak yang beruntung,  karna kala itu beliau mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah belanda untuk pribumi atau yang biasa di sebut  HIS (Hollandsch Inlanndsche School) di Bima.


Sebagai anak muda yang terlibat langsung dalam berbagai pergerakan dalam massa saat menjelang dan pasca kemerdekaan, beliau sangat sadar akan pentingnya kualitas 

Pendidikan,  beliau untuk menambah kualitas diri pernah di kirim dan bersekolah di Darul Ulum  Mekkah, Beliau menetap di Mekah kurang lebih selama 5 tahun. Dan dampak pernah mengenyam Pendidikan di mekah inilah yang membentuk karakter serta pengetahuan beliau sebagai ulama yang di segani. 


Pasca kemerdekaan Republik Indonesia dengan dimulainya pergulatan perpolitikan dan demokrasi di Indonesia,  sebagai tokoh yang di segani,  almarhum terlibat langsung dalam berbagai pergulatan politik baik di tingkat local maupun di level nasional. Dan pada Pemilu pertama tahun 1955 beliau adalah tokoh sentral partai Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). 


Dan sebagaimana di ketahui bahwa PSII secara nasional adalah salah satu partai yang masuk lima besar dalam perolehan suara saat  pemilu tersebut  dan secara local di kabupaten Dompu PSII adalah pemenang pada pemilu tersebut dan tidak bisa di pungkiri salah satu factor pendukung kemenangan tersebut adalah ketokohan dari almarhun KH.Abdurahman Mahmud.


Dalam perjalanan waktu, karir politik beliau terus menanjak tidak saja dalam skala local dan regional tapi juga pada pergulatan politik level nasional. Dan almarhum dengan kapasitas yang dimiliki pernah menjadi Sekertaris Jendral PSII secara nasional, tentu hal ini sesuatu yang luar biasa bagi karir politik seorang yang tidak berasal dari jawa dan Sumatra saat itu. 


konsekwensi beliau berkiprah di level nasional beliau harus meninggalkan Dompu dan berdomisili di Jakarta. Masa masa saat beliau berkiprah di level nasional inilah beliau sering berkunjung dan melakukan lawatan ke luar negeri baik itu ke moskow, negara timur tengah dan negara negara lainnya.


Bahkan menurut info karna kapasitas dan kemampuan beliau, beliau sempat di calonkan dalam bursa sebagai Menteri muda sosial. Namun karna saat ini pemerintahan di kuasai oleh orang orang PNI dan Masyumi sehingga beliau tidak terpilih. 


Kendati beliau berkiprah di level nasional, namun kecintaannya pada daerah kelahiran Dompu tidak berkurang, saat beliau menjadi Sekjen PSII, banyak hal yang di lakukan oleh beliau untuk Dompu, salah satunya yang yang sangat mendasar dan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk Dompu kedepan adalah pada saat beliau mempelopori dan memfasilitasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Rumah Sakit pertama di Dompu. 


Hal itu dilakukan Karna Dompu saat itu belum tersedia SMA, dimana para siswa Dompu pasca menyelesaikan SMP biasanya melanjutkan SMA keluar daerah baik itu ke Sumbawa, Lombok bahkan Bali. Begitu juga terkait dengan Rumah Sakit, saat itu sama sekali belum tersedia Rumah Sakit di Dompu. Sehingga di dasarkan kondisi kondisi tersebut dalam upaya memenuhi kebutuhan pelayanan dasar manusia dan dengan memanfatkan jaringan di pemerintahan pusat maka beliau memfasilitasi pembangunan Rumah Sakit dan SMA pertama di Dompu,


SMA dan Rumah Sakit pertama di Kabupaten Dompu tersebut di beri nama SMA HOS COKROAMINOTO dan Rumah Sakit HOS COKROAMINOTO, kenapa di beri nama HOS COKROAMINOTO karna sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh Nasional HOS COKROAMINOTO  yang merupakan pendiri PSII. 


Dan selanjutnya dalam perjalanan sejarah Kabupaten Dompu SMA dan Rumah Sakit COKROAMINOTO inilah yang menjadi cikal bakal SMA I Dompu dan Rumah Sakit Umum Dompu sekarang. ( *Anak/Cucu Rato Dea*)

Komentar Pembaca

Lebih baru Lebih lama