STOP PRESS : Kepada Nara Sumber SINARPENA.COM Diharap untuk tidak melayani wartawan kami yang KTA dan Kartu liputan Persnya sudah habis masa berlakunya. Demikian , atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

CEGAH STUNTING, BKKBN AJAK MASYARAKAT KOTA BEKASI WUJUDKAN GENERASI YANG CERDAS DAN SEHAT

 



KOTA BEKASI , SINARPENA.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melanjutkan sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Tahun 2021, Sabtu (06/11/2021) di Sei Garden, Jati Makmur, Kota Bekasi - Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Dr. dr. M. Yani, M.Kes PKK selaku Pakar Ahli Kependudukan BKKBN yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga ( KSPK ) BKKBN.

Dalam pemaparan nya, Dr. dr. M. Yani, M.Kes menjelaskan Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya. Tapi ingat, stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu stunting.

“Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67 persen pada tahun 2019. Walaupun angka stunting ini menurun, namun angka tersebut masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen” Jelas beliau.
Sementara itu, Ketua Harian PIN Saka Kencana Nasional dr. Hernalom Gultom, MM menjelaskan cara bagaiman mengatasi agar anak tidak stunting.

“Satu hal yang harus di pahami bersama adalah stunting itu bisa diatasi untuk tidak menjadi stunting atau dikoreksi itu diseribu hari kehidupan pertama. Sehingga ketika bayi lahir sampai 2 tahun ini masih bisa dilakukan modifikasi, intervensi supaya tidak bisa menjadi stunting” Ujar beliau.
dr. Hernalom Gultom menjelaskan BKKBN siap bekerja keras untuk mencapai target menurunkan prevalensi stunting hingga 14% sebagaimana diamanatkan Presiden Jokowi.

Beliau juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencegah lahirnya bayi-bayi stunting di dalam keluarga dengan cara menyiapkan betul remaja putri yang akan menikah harus sehat. Ibu-ibu yang akan menambah lagi anaknya harus sehat juga.

“Ingat pesan saya jangan terlalu muda untuk hamil kurang dari 20 tahun, jangan terlalu tua untuk hamil lebih dari 35 tahun dan terlalu sering kurang dari 3 tahun sudah hamil lagi dan terlalu banyak. Pesan kami 2 anak lebih sehat.” Tegas beliau.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Eka Sulistia Ediningsih, SH selaku Direktur Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN. (*/Indra Fazar )


Komentar Pembaca

Lebih baru Lebih lama