STOP PRESS : Kepada Nara Sumber SINARPENA.COM Diharap untuk tidak melayani wartawan kami yang KTA dan Kartu liputan Persnya sudah habis masa berlakunya. Demikian , atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Beras Organik Hasil Kerjasama SMKN 1 HU’U , Dinas Pertanian dan Perkebunan Serta PT STM Resmi Dipasarkan Untuk Umum

 


DOMPU NTB ,SINARPENA.COM - Penanaman Padi yang pengolahan tanahnya dilakukan dengan mengunakan pupuk non organik kolabarasi SMKN I Hu’u, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) serta PT. STM hasilnya resmi dipasarkan di Pasar Dompu.

Penanaman padi dimaksud beberapa bulan yang lewat dilakukan oleh Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST.MT, Distambun, PT. STM dan Pihak Sekolah SMKN I Hu’u.Hal tersebut disebutkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP. MM, Selasa (14/06/22).

Kata Muhammad Syahroni, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dari produk padi yang di hasilkan oleh para peteani telah dilakukan kegiatan pertanaman padi organik di Wilayah Kecamatan Hu’u seluas 3,7 Ha.

“Bagian dari luasan tersebut telah dibangun kerjasama Distanbun, SMK I Hu’u dan pihak PT.  STM pada lahan seluas 1 Ha”, ucapnya.



Lanjutnya panen padi hasil kerjasama tersebut secara simbolis telah di lakukan pada bulan April 2022 oleh wakil Bupati  Dompu, berdasarkan  hasil panen  didapatkan hasil produksi sebesar 5,7 ton/ha.

Sambungnya produksi padi organik ini telah di olah menjadi beras organik dan dihasilkan beras organik sebanyak 2,5 ton dengan kemasan 5  Kilo Gram (KG).

Ketika ditanya bagaimana peluang pasar beras organik tersebut, pria yang akrab disapa Dae Roni itu mengungkapkan mulai 2 minggu kemarin beras-beras yang diupaayakan secara non organik tersebut lebih kurang sebanyak 700 Kilo Gram (KG) telah masuk ke market-market ternama di Kabupaten Dompu,  dengan harga jual beras dari pihak SMKN 1 Hu’u sebesar  Rp. 20 Ribu/KG.

Berikutnya Kadis Muhammad Syahroni menjelaskan bahwa apa yang diupayakan tersebut menajadi bagian dari program unggungulan JARAPASAKA khususnya komoditi padi, yaitu menaikan nilai tambah produk yang dihasilkan petani.



“Di samping harga beras menjadi naik yang tidak kalah pentingnya adalah beras organik yang di hasilkan karena tidak menggunakan pupuk kimia pasti produknya lebih sehat”, terangnya.

Ditambahkannya apa yang telah diupayakan ini juga bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk an organik subsidi  yang memang kuotanya relatif terbatas.

Diakhir penyampaiannya Kadistambun Muhammad Syahroni menjelaskan dengan melihat kesuksesan yang sudah SMKN I Hu’u dalam pengupayakan padi secara organik dapat menjadi inpirasi bagi para petani kita, untuk mendapatkan nilai tambah dari produk pertanian yang diusahakannya khususnya padi untuk mengubah pola kebiasaan dari bertani dengan menggunakan pupuk kimia beralih kepenggunaan pupuk organik.

“Kami berharap dengan apa yang sudah dilakukan oleh SMKN 1 Hu’u dimaksud dapat menjadi inspirasi bagi para petani kita untuk dapat mengubah pola kebiasaan dari menanam padi dengan menggunakan pupuk kimia dengan beralih ke penggunaan pupuk organik”, pintanya. (Prokopim/ory).


Komentar Pembaca

Lebih baru Lebih lama